AD/ART Rampung, HIMAS Akan Gelar Mubes

AD/ART Rampung, HIMAS Akan Gelar Mubes
Para tokoh Simeulue yang berada di Banda Aceh sedang membahas draf AD/ART Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – Draf Anggaran Dasar (AD) Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) Banda Aceh,  rampung dirumuskan oleh para tokoh  Simeulue yang berlangsung beberapa waktu lalu di Lantai 2 Gedung Bengkel Pendidikan Aceh Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Sedangkan Anggaran Rumah Tangga (ART), rencananya akan dibahas dalam waktu dekat ini, dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib mubes.


Draf AD/ART yang telah dirumuskan tersebut, nantinya akan tetapkan dalam Mubes  yang  digelar pada akhir Juli 2021 ini. 

Adapun tim yang hadir dalam pembahasan draf AD/ART diantaranya Drs. Saifuddin Samin, Dr. Amin Haris MPd, Alimuddin S.Pd, M.Pd, Rasyidin A Rahim, Barlian Erliadi SH, Drs. Abdurrahman, Juli Amin, Agusnin Arif, SE, Yan Irwansyah, SE, Wan Haryono, S.Kom, Erdi Mualim, Jumardi dan Hj. Suwarni Abu Bakar, SKM. M.Ph.

Sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam tim perumus dimaksud, menuangkan gagasannya untuk perumusan draf AD/ART dan program kerja kepengurusan yang akan datang.

Mengawali pembahasan draf, tokoh masyarakat Simeulue yang juga mantan anggota DPRA, Drs. Saifuddin Samin, mengatakan dirinya sangat mendukung upaya pembahasan kembali AD/ART sebagai payung hukum HIMAS.

Dia mengatakan, sebelumnya HIMAS sudah memiliki draf AD/ART, namun sudah hilang pada musibah tsunami 26 Desember 2004.

Untuk itu, dia menyarankan, agar perumusan draf ini harus sejalan dengan maksud dan tujuan didirikannya HIMAS oleh para sesepuh masyarakat Simeulue di Banda Aceh sekitar 42 tahun silam.

“Jadi maksud dan tujuan, jumlah pengurus dan program kerja harus disesuaikan dengan melihat fungsi HIMAS dan kemampuan yang ada,” kata Saifuddin.

Hasil perumusan draf AD HIMAS, yakni berisi 11 BAB dengan 22 pasal berikut poin turunannya yang mencantumkan berbagai hal penting sebagai fondasi kepengurusan HIMAS di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa kepengurusan HIMAS Banda Aceh yang meliputi wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang akan digelar dengan Mubes dan bukan dengan system Formatur yang selama ini sering dilakukan. 

Sistem formatur tanpa melibatkan partisipasi masyarakat, dinilai telah lari dari nilai-nilai demokrasi. Apalagi, masyarakat Simeulue di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang jumlahnya tidak sedikit.

Ketua Himas Banda Aceh, Agusnin Arif mengatakan, perumusan Draf AD/ART Himas Banda Aceh merupakan cita-citanya sejak terpilih sebagai ketua Umum Himas periode 2017-2021. 

Dengan adanya AD/ART, sehingga menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan musyawarah kedepan dan fondasi dalam merumuskan program kerja maupun tujuan berdirinya Himas.

“Terimakasih atas waktu dan pikiran dari para tokoh masyarakat Simeulue sehingga draf AD HIMAS selesai. Setidaknya sudah ada draf lengkap untuk dibahas di Mubes nanti,” katanya.

Agus memastikan, dalam waktu dekat ini, draf ART dan Tatib Mubes juga akan  segera dirampungkan, sehingga payung hukum HIMAS menjadi lengkap. Dia juga sangat mengharapkan partisipasi masyarakat Simeulue untuk menyukseskan Mubes HIMAS.

Terkait dengan Surat Keputusan (SK) dan masa Kepengurusan HIMAS, Agus mengatakan, SK yang selama ini dikeluarkan dan ditandatangani Bupati Simeulue dinilai tidak relevan. Sebab, HIMAS merupakan organisasi perhimpunan masyarakat Simeulue di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang.

Komentar

Loading...