Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Abdya dan Aceh Selatan Sepakat Lindungi Ekosistem Air

Abdya dan Aceh Selatan Sepakat Lindungi Ekosistem Air

Blangpidie, Antero Aceh - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Atjeh Internasional Development (AID) mengelar kegiatan pencanangan dan penandatanganan kesepakatan perlindungan Kawasan Sumber Daya Air (KSDA) terhadap 2 kabupaten di Wilayah selatan Aceh.

Acara seremonial tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan Focus Grup Discusion (FGD) yang pernah dilaksanakan pada bulan April dan Mei tahun 2018 lalu, di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baru dan Krueng Babahrot.

Pencanangan dan penandatangan kesepakatan antara Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan tersebut berlangsung di Kompleks Pesantren Bustanul Qura'an, Gampong Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Rabu 10 Oktober 2018, kemarin.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeklarasikan kesepakatan bersama tentang perlindungan kawasan sumber daya air, sehingga memiliki kekuatan dimata publik dan dapat dimamfaatkan secara berkelanjutan dengan cara melestarikan tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal daerah.

Thaifa Herizal selaku Direktur AID, mengatakan proses penandatanganan tersebut merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan pada April dan Mei 2018 yang di fasilitasi oleh forum diskusi di tingkat DAS serta melibatkan pihak DAS krueng Baru dan Babahrot.

Hasil dari agenda diskusi tersebut, Thaifa juga menjelaskan, pihaknya juga mendapatkan kesepakatan bersama terhadap perlindungan daerah tangkapan air dan pengelolaan dengan masing-masing DAS yang telah disepakati dengan mebubuhi tanda tangan oleh pihak yang menghadiri.

"Dari hasil diskusi, pihak kita juga direkomendasikan agar menyosialisasikan serta memperkuat hasil kesepakatan tersebut untuk ke level yang lebih signifikan," ungkapnya.

Thaifa menambahkan, pihak nya akan terus melakukan kegiatan pertemuan dengan wilayah DAS lainnya di berbagai wilayah dan mencatat semua masukan dan harapan.

"AID akan terus berupaya melakukan pertemuan dengan wilayah lainnya, salah satunya adalah melakukan pencanangan kesepakatan bersama untuk perlindungan kawasan sumber daya air yang pada hari ini kita laksanakan bersama-sama," paparnya.

Dalam acara tersebut, masih kata Thaifa, program masyarakat dan hutan Aceh lestari ini merupakan sebuah program yang telah dirancang agar mendukung visi pemerintah, yang mana sistem pelaksanaannya itu memakai pola pasrtisipatif dan kearifan lokal dan upaya konservasi Sumber Daya Alam (SDA) serta pemberdayaan masyarakat disekitar hutan nantinya.

"Program ini kita laksanakan untuk mewujudkan misi hutan lestari masyarakat sejahtera, dengan landasan utamanya adalah keprihatinan atas semakin tingginya kerusakan lingkungan dan tingginya intensitas bencana yang kita rasakan saat ini, serta praktik pemanfaatan kawasan hutan yang tidak tepat, sehingga semakin memperparah keadaan," ungkap Thaifa, Kamis (11/10/2018).

Menurut Thaifa, kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap sesuatu subyek eksploitasi hanya untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan, keadilan serta kompensasi kesejahteraan.

"Oleh karena itu, sebenarnya kita harus sadar dan mengintrospeksi diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kita harus bisa tegas dalam menentukan tindakan untuk mendatangkan kerusakan lebih lanjut seperti kerusakan hutan, kebakaran, penurunan debit air, dan banyak kerusakan lain yang disebabkan oleh manusia. Maka salah satu cara agar lingkungan tidak memberikan bencana bagi kita adalah menjaga kelestariannya. Karena melestarikan lingkungan merupakan wujud rasa syukur kita kepada Sang Pencipta," tegasnya.

Dalam kesepakatan perlindungan kawasan sumber daya air Thaifa juga menerangkan, ini merupakan upaya kecil terhadap menurunnya perubahan air Krueng Baru dan Babahrot, karena dengan kegiatan yang dilaksanakan tersebut setidaknya sudah ada upaya dalam mengurangi dampak dan kerusakan.

"Dengan acara ini tentunya kita berharap ada perubahan besar, salah satunya ada ketersediaan air bagi kehidupan dan untuk kebutuhan lainnya, baik itu di sektor pertanianan yang selama ini banyak menimbulkan permasalahan, maupun untuk keperluan sehari-hari. Maka dari itu dengan mengelola DAS dan kawasan hutan semoga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat nantinya. Salah satunya dengan program perhutanan sosial yang mana program tersebut pada saat ini lagi banyak dilaksanakan," harapnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Asisten III Pemkab Abdya, Asisten II Pemkab Aceh Selatan, Kepala BPDASLH Krueng Aceh, perwakilan Kepala BPSKL Sumatera, Kepala KPH Wilayah VI, para kepala SKPK di Abdya dan Aceh Selatan, Direktur PDAM Gunong Kila Abdya dan Tirta Naga Aceh Selatan, Muspika dan FK3 Lembah Sabil, Babahrit, dan Labuhan Haji Barat. (Ilyas)

Komentar

Loading...