Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Abang Plt Gubernur Jadi Tersangka Kasus Alkes

Abang Plt Gubernur Jadi Tersangka Kasus Alkes
alat CT Scan - ilustrasi

Banda Aceh - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menetapkan 5 tersangka kasus dugaan korupsi alat kesehatan di RSUZA.

Lima tersangka tersebut adalah Taufik Mahdi SpOG, Abang Kandung Ptl Gubenur Aceh, Nova Iriansyah yang saat itu menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.

Suryani Ketua Pokja dan Sekretaris Pokja Muhazar sekarang Wadir RSUZA Administari dan Umum, berikutnya Toni BE Kepala Subbidang Penyusunan Program RSUZA (Skrg Staf Dinkes Prov Aceh) dan Direktur CV Mutiara Indah Permai. Bukhari Ibrahim

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir kepada media AJNN Rabu 3 oktober 2018 menjelaskan bahwa dari lima tersangka tersebut, tiga orang diantaranya adalah tersangka baru kasus itu.

Alat Radio Diagnostik (CT Scan 64 Slices) dan Kardiologi (Cath Lab) di Rumah Sakit Dokter Zainal Abidin Banda Aceh yang dibeli dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2008 senilai Rp 39 miliar.

"Anggaran pengadaan Alkes ini sebesar Rp39 miliar dan dari jumlah itu, dugaan kerugian negara mencapai Rp15,3 miliar," kata Kepala seksi penerangan hukum Kajati Amir Hamzah. saat konferensi pers Rabu 2 Juli 2014 lalu.

Para Tersangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Para tersangka juga melanggar Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Pengadaan CT Scan negara dirugikan sekitar Rp7,4 miliar, sedang pengadaan Kardiologi, kerugian negara Rp7,9 miliar. Jadi, totalnya Rp15,3 miliar," ungkap Amir.

Pengusutan dugaan korupsi Alkes ini berawal dari keinginan pemerintah Aceh untuk meningkatkan pelayanan dengan pengadaan kedua alat kesehatan tersebut yakni CT Scan senilai Rp16,7 miliar dan Kardiologi Rp 22,3 miliar. (wj)

Komentar

Loading...