Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

14 Nelayan Iran yang Terdampar di Aceh Kembali Berlayar

14 Nelayan Iran yang Terdampar di Aceh Kembali Berlayar
Foto: Kapal Nelayan Iran mencurigakan ditemukan di Aceh (kumparan)

ANTEROACEH.com - Setelah sepekan terdampar di Aceh karena kapal mengalami kerusakan mesin, 14 nelayan asal Iran kembali berlayar menuju negara asalnya. Mereka meninggalkan Meulaboh, Aceh Barat, pada Minggu (2/2/2020).

Pengawalan pun dilakukan petugas otoritas perairan Aceh Barat hingga sekitar 15 mil laut ke arah perairan Samudera Hindia.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Adi Hari Pianto, mengatakan mesin kapal yang ditumpangi 14 nelayan Iran berhasil diperbaiki.

“Setelah kerusakan pada mesin kapal selesai diperbaiki oleh mekanik yang kami datangkan, Minggu (2/2) sekitar pukul 17.10 WIB, kapal mereka (nelayan Iran) melepaskan jangkar dan meninggalkan Aceh Barat,” kata Adi, saat dikonfirmasi Senin (3/2/2020).

 Dia mengatakan para nelayan itu tidak dilepaskan begitu saja. Tim gabungan dari Imigrasi, Polisi Air dan SAR Meulaboh turun mengawal kapal mereka menuju sekitar 15 mil laut ke arah barat perairan Samudera Hindia.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan bekal makanan dan air bersih.

“Ada dua yang sakit, mereka juga sudah pulih kembali. Kondisinya sekarang dalam keadaan sehat, begitu juga dengan yang lain," ujarnya.

Proses pemulangan dan perbaikan kapal nelayan itu, kata Adi, dilakukan setelah adanya komunikasi dan permintaan bantuan oleh Kedutaan Besar Iran di Indonesia. Mereka tidak datang ke Aceh, namun meminta bantuan kepada Basarnas dan kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh.

Sementara pemilik kapal yang merupakan warga Dubai, Uni Emirat Arab, datang ke Meulaboh membawa perlengkapan mesin yang rusak.

"Pemilik kapal itu datang, dia warga Dubai. Namanya Humaid," sebutnya.

Sebelumnya, 14 nelayan Iran ditemukan nelayan Aceh Barat pada Senin (27/1) di Samudera Hindia, tepatnya sekitar 18 mil dari wilayah perairan Meulaboh. Mereka mengaku terombang-ambing setelah kapalnya mengalami kerusakan mesin. Para nelayan itu mengaku dibajak perompak Somalia di perairan Maladewa.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...